Sejarah manusia purba mulai berdiri, bersosialisasi dan memperbanyak keturunan sudah dituliskan. Saat membaca ini, Apakah Ibu memikirkan saat bayi purba lahir apa yang pertama kali dilakukannya? Apakah merangkul Ibu purbanya? atau bagaimana bayi mungil merangkul Ibunya yang sudah berdiri tegak?

Manusia, orangutan dan koala adalah makhluk yang memiliki naluri untuk saling merangkul sesaat bayi dilahirkan. Adakah hewan yang sejenis seperilaku? Bayi baru lahir selalu dekat dengan induknya karena induk memahami konsep bahwa lingkungan luar sangat berbahaya bagi si bayi. Sembari induk mencari makanan atau tempat teduh, bayi ini selalu dibawa. Namun bayi baru lahir akan kesulitan merangkul ibunya yang sudah berdiri tegak dan berjalan. Sebagai manusia yang berakal dan memiliki insting istimewa, manusia purba mencari dan membuat sebuah alat untuk menggendong bayinya secara alami. Alat ini membantu mereka untuk melakukan pekerjaan mencari makan dan kehidupan keseharian. Teknologi yang ditemukan puluhan ribu tahun yang lalu.

Blaffer Hrdy, S. dalam bukunya Mother Nature – Maternal Instincts and the Shaping of The Species mengatakan bahwa penemuan alat penggendong bayi memainkan peran sangat menentukan dalam perkembangan spesies manusia. Pada awalnya, manusia purba menciptakan alat penggendong bayi dari bahan-bahan yang ada di alam, seperti kulit kayu, dedaunan dan kulit binatang yang ada disekitarnya. Bahan ini dibuat sedemikian rupa sehingga manusia purba dapat menempelkan bayi di tubuhnya.

Ketika gaya bertahan hidup manusia purba berubah dari nomaden ke menetap maka gaya merawat bayinya pun mengalami perubahan. Manusia purba menitipkan bayi ke anggota keluarga di rumah, sedangkan Ibu/Ayah melakukan pekerjaan lainnya. Perbedaan cuaca di beberapa wilayah manusia purba pun mempengaruhi gaya menggendong si bayi. Manusia yang hidup di cuaca panas cenderung menggendong bayi supaya lebih dekat dengan payudra untuk akses menyusui lebih mudah. Berbeda manusia yang hidup di cuaca dingin lebih banyak meletakkan bayinya di tempat bayi.

Seiring perkembangan jaman dan pada tahun 1900an manusia memakai kain panjang untuk mendekapkan si bayi dan orangtua dapat melakukan perkerjaanya dengan bebas. Akhir 1960-an seorang wanita Amerika terinspirasi oleh para wanita Afrika membawa bayi mereka di punggung, di Togo, Afrika Barat. Lantas menciptakan gendongan bayi berbentuk seperti ransel dengan brand Snugli. Pada 1970-an, muncullah perusahaan gendongan kain pertama dari Jerman, yakni Didymos. Inspirasi membuat gendongan setelah mendapat rebozo Meksiko, dan mengembangkanya dengan beberapa kain.
Pada awal 1980-an, gendongan selempang dengan cincin ditemukan oleh Rayner Gardner untuk membantu istrinya. Gardner menjual idenya kepada Dr William Sears dan istrinya, Mary kemudian menemukan istilah ‘babywearing’ setelah menggunakan gendongan selempang untuk menggendong anak mereka.

Betapa perjalanan yang panjang dari logika dan naluri manusia untuk memberi keamanan pada buah hatinya. Menggendong anak yang banyak memberi manfaat untuk si bayi dan juga orangtua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *