Hai Ibu di jaman melek teknologi sekarang saatnya untuk lebih memperhatikan menu diet demi menunjang proses tumbuh kembang si Kecil. Ketika menyusui si Kecil, Ibu juga perlu memperhatikan setiap perubahan dari konsumsi pola makan yang lebih sehat. Sebagai panduan awal nih, Ibu dapat mengikuti tips menu diet sehat berikut:

  • 1. Konsumsi lima porsi sayur dan buah-buahan setiap hari. Baik dalam kondisi buah segar, beku, atau produk buah-buahan yang dikeringkan.
  • 2. Karbohidrat dasar seperti nasi, mie, roti gandum, dan pasta dengan porsi secukupnya. Rekomendasi ahli gizi sekitar 25% dari luas piring
  • 3. Konsumsi makanan yang mengandung banyak serat, seperti produk berbahan dasar gandum utuh, buah-buahan, dan beragam sayuran.
  • 4. Konsumsi protein dari daging tanpa lemak, unggas, ikan, telur dan kacang-kacangan.
  • Konsumsi setidaknya dua porsi ikan setiap minggu, dengan satu porsi makanan yang kaya kandungan minyak ikan
  • 5. Kalsium dari susu dan produk olahan susu seperti keju dan yogurt. Bagi vegetarian bisa mengkonsumsi tahu, edamame, pisang, kubis, brokoli dan almond.

Ibu menyusui juga perlu asupan Vitamin D  dan Asam lemak. Vitamin D merupakan nutrisi esensial untuk pertumbuhan tulang. Konsumsi Vitamin D yang cukup akan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi penting dan mengurangi risiko si Kecil terkena penyakit tulang. Asam lemak esensial seperti AA dan DHA yang ada pada omega 6 dan omega 3 juga merupakan kebutuhan nutrisi esensial bagi tumbuh kembang si Kecil.

Sumber asam lemak omega 3

Selama menyusui pastikan Ibu meminum minimal dua liter atau delapan gelas air putih per hari. Walau air putih merupakan sumber cairan terbaik untuk memenuhi kebutuhan cairan harian dalam tubuh, Ibu juga dapat mengombinasikannya dengan konsumsi susu atau jus buah.

Selama diet Ibu perlu mencatat apa yang dimakan setiap hari karena asupan yang masuk ke tubuh Ibu akan berpengaruh terhadap ASI. Bila si Kecil terlihat gelisah atau menangis setelah menerima ASI dari Ibu yang sebelumnya mengonsumsi jenis makanan tertentu, pehatikan jenis makanan tertentu tersebut. Setelah itu, segera konsultasikan dengan dokter atau tenaga profesional terkait agar Ibu dapat mengambil langkah yang tepat.

Semoga Ibu dan si Kecil selalu sehat ya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *