Saya memahami banyak wanita yang tidak sabar untuk menurunkan berat badan setelah proses persalinan. Padahal pada masa-masa itu, seorang wanita membutuhkan banyak energi untuk menyusui bayinya yang baru dilahirkan.

Ibu menyusui perlu perhatikan juga apakah nutrisi yang Anda dapatkan sudah bisa memenuhi kebutuhan si kecil yang masih bergantung pada ASI. Selain itu kebutuhan kalori Ibu juga lebih besar daripada kalori wanita normal. Baru setelah mengetahui informasi tersebut, Ibu bisa mencoba cara ini untuk menurunkan berat badan. Apa aja sih…

  1. 1. Menurunkan berat badan secara aman. Angka penurunan berat badan hingga 1kg per minggu tergolong aman untuk produksi ASI (Air Susu Ibu). Penurunan secara bertahap akan lebih baik dengan pendampingan olahraga intensitas sedang yang bisa Ibu lakukan dirumah. Besaran penurunan berat badan tiap individu pun berbeda, bahkan ada yang bisa menurunkan 4kg per minggu tanpa mempengaruhi produksi ASI.

2. Memenuhi kebutuhan kalori yang sama dengan jenis makanan berbeda. Ibu menyusui rerata memerlukan tambahan kalori sebesar 300Kcal. Beberapa hal seperti berat badan, metabolisme tubuh, intensitas olahraga dan frekuensi bayi menyusui mempengaruhi jumlah kalori tambahan yang diasup. Mengganti beberapa jenis makanan dapat membantu untuk menurunkan berat badan Ibu. Contohnya alih-alih makan keripik sebagai camilan, Ibu dapat memilih buah pisang dalam porsi yang sama

3. Konsep jam makan tetap. Maksudnya makan perlu diatur jamnya gitu? Begini Ibu, saya tahu Ibu menyusui mudah lapar dan hal ini sering banget jadi alasan “membengkaknya badan” Bener gak? Nah makan pun perlu ditentukan jam nya, semisal sarapan pukul 06.00 lalu camilan pagi pukul 09.00, makan siang pukul 12.00 dilanjutkan camilan sore pukul 16.00 diakhiri makan malam pukul 19.00. Aturan jam makan ini akan meminimalkan rasa lapar yang membahana. Bayangkan bila Ibu menunda sarapan efeknya saat makan siang terasa sangat lapar hingga akhirnya memakan tanpa batas.

4. Mantapkan dalam hati dan pikiran bahwa Ibu ingin diet menurunkan berat badan. Jujur saja diet ini gampang diawal susah diakhir maksudnya.. awalnya gampang banget menjalani diet karena semangat tinggi lalu selama perjalanan terasa malas hingga akhirnya susah menurunkan berat badan. Olah pikiran dan emosi pun diperlukan dalam fase ini. Jadi..KONSISTEN ya Ibu

5. Komunikasikan pada keluarga bahwa Ibu sedang diet. Sudah menjadi stigma bahwa ibu menyusui perlu makan banyak tanpa dibatasi demi ASI si buah hati. Akibatnya sang suami selalu memanjakan makanan dengan senang hati. Kan nyenengin tuh pulang kantor ditelpon suami “Bu..mau dibawain martabak manis gak?” Eeeh ujung-ujungnya sebungkus martabak dilahap Ibu sendiri (biar ngucur nih ASI…hehehe). Tak hanya suami, sang mertua atau orangtua pun perlu diberitahu bahwa Ibu akan mengontrol asupan. Kalau ngomongnya “diet” pasti akan dilarang mertua ya kan ya?

Baca Juga: Ikuti Menu Diet Ini Ketika Menyusui Si Kecil

Nikmati semua prosesnya, sehingga Ibu mendapatkan berat badan yang sehat dan berat badan berlebih Ibu tidak kembali lagi dengan cepat. Jika ibu mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi atau saya hihihi mengenai kemungkinan waktu memulai proses penurunan berat badan lebih cepat.

Selamat memulai diet ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *