Inilah Makanan Rahasia Kulit Cantik DJ Katty Butterfly

Inilah Makanan Rahasia Kulit Cantik DJ Katty Butterfly

Science On My Plate

Kulit yang cantik dan bersih adalah idaman semua wanita, hampir seluruh dunia mengiyakan. Bagaimana sih kulit cantik itu? Versinya beragam di berbagai dunia. Rata-rata warna kulit wanita Jawa adalah kuning langsat. Daerah Indonesia Timur berwarna sawo matang dan bahkan wanita di beberapa daerah memiliki warna putih. Berbagai resep atau tradisi dijaga untuk mempercantik kulit masing-masing. Kulit yang halus, lembab dan bercahaya adalah idaman wanita.

Untuk menjaga kesehatan dan kecantikan kulit, wanita rela berbuat segalanya. Mulai dari konsumsi makanan organik, mentah, jenis makanan tertentu hingga treatmen kecantikan mumpuni. Cantik memang selalu terpaku di otak wanita. Siapa yang tidak tertarik dengan wanita cantik?

Tahukah Anda, saat berwisata ke Thailand khususnya Bangkok, semua wanita hampir terlihat cantik. Kulit yang putih, badan yang langsing, style berbusana yang chic hingga wajah bak artis. Ternyata salah satu rahasia kulit cantik mereka adalah makanan mentah! Mereka sudah terbiasa makan sayuran mentah dan minuman rempah-rempah. Salah satunya pare mentah! Di Thailand, irisan pare mentah dihidangkan disetiap sajian sebagai lalapan. Entah bersanding dengan menu mi ayam, sup ayam, sayur asem (ala Thailand). Segar dan kebayang pahitnya ya?

Eitss..!! Pare mentah di Thailand tidaklah pahit. Rasanya segar dan manis, sangat berbeda dengan pare di Indonesia yang cenderung pahit. Coba lihat video ini  Seperti yang dilakukan oleh Dj Butterfly, Dj asal Thailand yang sudah tinggal di Indonesia lebih 4 tahun. Dalam akun instagramnya @dj_kattybutterfly36 sesekali tampil aksi makan dengan lalapan pare mentah.

Berikut manfaat konsumsi pare mentah:

mengandung serat yang dapat membantu Anda melawan sembelit

➖ mencegah lonjakan gula darah

➖ mencegah penuaan

➖ mengandung vitamin C yang menutrisi kulit dan membuat kulit semakin bagus

Tertarik memiliki kulit cantik bak gadis Thailand? Tak salah mencoba pare mentah sebagai lalapan Anda. Selamat menikmati!

Begini Rasanya Repot Seorang Ibu

Begini Rasanya Repot Seorang Ibu

Gendong Bayi, Travelling With Baby

Malam itu terlihat ibu muda dengan bayi yang digendongnya. Ku tebak kira-kira umur si ibu 25 tahun-an dengan bayi berumur 6 bulan-an. Aku terdiam bersama puluhan orang asing di ruang tunggu bandara.
Lama terdiam dan ternyata pesawatku datang terlambat.
Ku lihat bayi itu mulai rewel sedangkan si ibu harus bawa beberapa tas. Repot! Sepertinya dia bepergian seorang diri tanpa saudara menemani.

Ku beranikan mendekati “Mau kemana, bu?”, tanyaku
– Saya tujuan Jakarta –
“Baik, saya bantu bawakan tas2 ibu, nanti sy titipkan ke petugas ya karena pesawat kita berbeda bu”

Sampai diujung gate, ku titipkan tas2 si ibu kepada petugas. Kami pun berpisah lalu memasuki pesawat masing-masing.

Hari beranjak pagi, dini dan sunyi. Ku naikkan resleting jaketku, dingin. Rasa lelah dan mengantuk campur jadi satu, berjalan lemah tapi pasti. Mendekati pintu keluar bandara, Ku menangkap sosok yang tak asing. Si Ibu dan bayinya yang masih terlelap dalam balutan gendongan kain.
Ternyata tas-tas si Ibu semakin banyak!!

Geleng-geleng kepala ini melihat tingkah si Ibu. Ku percepat langkahku mendekatinya “Hai bu, nanti dijemput saudara?” sapaku
– Tidak, saya pakai damri saja –
“Damri?!! Ini sudah jam 2 pagi, lebih baik naik taksi bu” terkejutlah ekspresiku. Entah di tahun berapa ku terakhir naik Damri bandara. Bagiku taksi adalah akomodasi ternyaman selama perjalanan dinasku, tak peduli ongkosnya. Si Ibu terdiam sejenak lalu menjawab – saya tunggu saja dibandara hingga subuh, kalau begitu –

“Bu…kasihan anak ibu, pasti kelelahan lebih baik taksi saja”
Ibu terdiam lagi…lalu dengan suara berat berucap
– Anak ini ditinggal bapaknya umur 2 bulan-  Hening dan meledaklah tangisan si Ibu.
– Saudara saya menunggu di cakung. Jadi sy perlu naik damri.. –

Bergetarlah naluriku, perjuangan seorang ibu jauh datang ke ibukota untuk masa depan anaknya. Menatap masa depan penuh nanar. Entah Bapaknya (Suami) peduli atau bahkan ingat memiliki anak.

“Ibu pegang uang berapa? Kira2 taksi+tolnya sampai tujuan berapa?” tanyaku memotong tangisnya.
– Kata saudara saya, naik Damri lebih murah daripada Taksi bisa 200ribu –
Tanpa pikir panjang ku buka dompetku “Ini ibu pegang uang untuk naik taksi, mari kucarikan taksi diluar”

Sembari terharu mengusap ilu dengan kain gendonganya, si ibu menunggu kedatangan taksi. Ku titipkan si Ibu dengan staff keamanan bandara, dua tentara menemani. Menenangkan pikiranku, yang sedari tadi berkecamuk berkhayal “bagaimana kalau dia ditipu orang? kesasar? diturunkan ditengah jalan?” Dini hari! Bawaan begitu banyak dengan bayi digendongan yang masih lelap tidurnya.

Mungkin, mungkin saja dia mencari suaminya yg pergi
Mungkin dia bertekad mengadu nasib di ibukota
Yang pasti Ibu ini berjuang demi si buah hati

“Bu… saya pamit, semoga lancar sampai rumah dan semuanya sehat. Saya sendiri teringat istri saya, kemana-kemana pergi hingga luar negeri hanya berdua dengan si bayi”

Salahkah? Gendong Bayi Di Sebelah Kiri?

Salahkah? Gendong Bayi Di Sebelah Kiri?

Gendong Bayi

Pada umumnya kebanyakan dari kita para orang tua, baik ayah maupun ibu terbiasa menggendong si kecil di sisi kiri, artinya kepala bayi ada di tangan kiri kita. Itu merupakan cara yang tepat dan benar. Menurut study yang dipublikasikan Januari lalu di Journal Nature Ecology and Evolution, 70-85 persen menggendong anaknya disebelah kiri. Ini bukan merupakan suatu kebetulan atau untuk membuat tangan kanan kita nyaman dan melakukan hal yang lainnya. Itu ternyata sudah diprogram demikian agar anak aman dalam gendongan kita.

Kita para orang tua sering melakukannya tanpa sadar saat menggendong anak. Secara otomatis kita meletakkan kepala anak di sisi tangan kiri kita tanpa diperintah. Merasa heran? Ternyata kita tidak sendirian, karena 85 persen para oran tua lainnya melakukan hal yang serupa, walaupun punya tangan kidal sekalipun.

Para peneliti dari Univeritas St Petersburg di Rusia, menyebut ini sebagai bias sisi kiri dan ada alasan penting mengapa hal itu terjadi. Ternyata menggendong bayi disebelah kiri tubuh kita memiliki keterikatan dan hubungan yang kuat terhadap anak. Alasannya otak kanan kita memproes terkait informasi dan informasi wajah, dengan si kecil ada pada sisi kiri, kita bisa membaca ekspresi wajahnya dan lebih tepat mengetahui apa yang diinginkannya.

Pada mamalia termasuk manusia, sisi kanan otak berfungsi untuk memproses isyarat sosial dan membangun hubungan. Ini juga bagian otak yang menerima sinyal dari mata kiri. Dengan meletakkan si kecil di sebelah kiri, mata kiri ayah dan ibu bisa menerima isyarat wajah anak lebih baik lagi dan meneruskannya ke otak kanan.

Saat bayi digendong disebelah kiri, otak kanan ibu menjadi aktif dan membantunya membangun ikatan dengan si kecil. Salah satu fungsi otak kanan adalah untuk mengartikan bahasa dan tanda-tanda emosional, karenanya Ibu lebih mudah mengartikan isyarat emosi dan fisik yang terjadi saat bayi digendong disebelah kiri. Tidak heran fenomena yang sama tidak hanya terjadi pada manusia saja, namun juga pada banyak hewan seperti walrus, paus orca, atau kanguru yang menempatkan anak disisi kirinya.

Oke ibu, jadi menggendong bayi disebelah kiri itu aman dan boleh ya, tidak perlu khawatir lagi dan semoga info tips ini bermanfaat untuk ibu semua.

Ingin artikel terkini terkait menggendong bayi? Mari bergabung dalam Facebook Support Group “Indonesia Babywearing Club” dan follow Instagram “@letsgendong”