Cara Tepat Menggendong Bayi dengan Selendang

Cara Tepat Menggendong Bayi dengan Selendang

Gendong Bayi

Gendong Bayi –  Pernah dengar “leher bayi belum kuat, disarankan jangan digendong tegak, nanti tulang punggung nya bengkok” atau “bayi masih kecil jangan digendong mengangkang, anti kakinya jadi “O”. Pernyataan itu sering muncul saat melihat bayi digendong, bahkan hal tersebut menjadi perbincangan panjang karena beda informasi dari orang dulu dengan ahli medis. Continue reading “Cara Tepat Menggendong Bayi dengan Selendang”

Cara Menggendong Bayi yang Nyaman dan Aman

Cara Menggendong Bayi yang Nyaman dan Aman

Gendong Bayi, Travelling With Baby

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Cara menggendong bayi –  Menggendong bayi merupakan salah satu hal yang menakutkan bagi sebagian Ibu, apalagi setelah melahirkan. Tubuh bayi yang mungil dan seolah-olah rapuh membuat Ibu jadi sangat hati-hati.

Jangan takut dengan sedikit belajar dengan keyakinan diri pasti kita para orang tua bisa menggendong bayi dengan luwes dan tidak canggung. Yakin dengan kemauan dan tekad yang kuat, maka beberapa saat kemudian naluri keibuan kita akan segera muncul dan membantu dalam mengurus si kecil

Mendekatlah pada si Kecil
Untuk mengangkat si kecil, pertama-tama mendekatlah pada si bayi, lalu selipkan satu tangan kita di bagian leher dan kepala untuk menyangganya. Lalu letakan tangan yang satu untuk menopang punggung dan pantat si kecil.

Letakkan Bayi di lipatan siku
Saat menggendong, rebahkan/letakkan kepala bayi dilipatan siku kita, lalu sangga pantatnya dengan telapak tangan. Sekarang si kecil bisa kita angkat dengan aman. Ingat lakukan semua gerakan ini dengan perlahan. Jangan lupa untuk memegangnya kuat-kuat, lalu perlahan lahan dekatkan bayi ke arah dada kita. Saat mengangkat bayi dari tempat tidurnya, posisi kepala sejajar dengan bagian tubuh lainnya sedangkan jika sudah dalam gendongan maka posisi kepla bayi harus selalu lebih tinggi dari bagian tubuh yang lainnya.

Dekatkan Bayi pada dada kita
Dengan mendekatkan bayi pada dada kita, maka bayi akan merasa senang karena bisa mendengar suara detak jantung kita orang tuanya.

Meletakkan Bayi
Untuk meletakkan si kecil di ranjangnya, turunkan tubuhnya terlebih dahulu hingga menyentuh kasur. Selama itu sangga atau pegang terus kepalanya, baru setelah tubuh bayi benar-benar aman diatas kasur, tarik tangan kita dari kepalanya secara perlahan-lahan.

TIPS :
Menggendong dipercaya sebagai salah satu cara untuk berkomunikasi dengan si kecil. Dengan menggendong dan menimang sikecil akan membuat mereka mersa nyaman dan tidak mudah rewel. Jika bayi akan digendong setelah diberikan ASI, gunakan kain lembut dan letakkan di bahu kita, sebagai alas baju kita, bila si bayi kemungkinan mengalami gumoh.

4 Kesalahan Didalam Menggendong Bayi yang Sering Bunda Lakukan

4 Kesalahan Didalam Menggendong Bayi yang Sering Bunda Lakukan

Gendong Bayi

Banyak cara menggendong bayi yang dapat dilakukan, dengan tangan langsung atau dengan bantuan alat gendongan bayi yang kini ada beragam jenis.

Menggendong bayi mungkin adalah pekerjaan yang sering dilakukan oleh para orang tua terlebih kaum Bunda. Namun banyak orang tua yang masih melakukan kesalahan dalam menggendong bayi, tidak hanya orang tua yang baru memiliki anak tapi ini juga terjadi pada orang tua yang sudah punya berpengalaman.

Berikut ada 4 kesalahan dalam menggendong bayi yang tanpa disadari biasa dilakukan Bunda
1. Saat menggendong melakukan aktivitas lain (yg membahayakan)
Memakai gendongan sering dilakukan Bunda dan Ayah karena bertujuan untuk melakukan aktivitas lain (dalam hal ini yg membahayakan namun sering dianggap lumrah). (Seperti contoh: menggendong sembari menggoreng ikan) ini sebaiknya jangan dilakukan. Meski menggunakan alat bantu keselamatan si kecil merupakan prioritas utama dan tetap diperhatikan. Bayi yang terus bergerak ke segala arah, sehingga sangat memungkinkan untuk jatuh (atau membuat hal hal berbahaya). Pengawasan Bunda harus tetap dibutuhkan pada saat ini. Hindari menggendong dengan melakukan aktivitas yang menggunakan alat seperti memasak (dan berkendara)

2. Tidak memberi akses oksigen kepada Bayi.
Menutup muka bayi saat menggendong, menjadi salah satu kesalahan yang Bunda lakukan. Ingin menjaga bayi dari debu (dan) sengatan panas matahari menjadikan Bunda untuk menutup muka si kecil. Namun ini akan membuat bayi tidak dapat bernafas. Banyak kasus kematian akibat kasus ini sudah sering terjadi. Bunda juga perlu memperhatikan posisi si kecil waktu tidur, jika dagu menempel pada dadanya segera perbaiki (berikan jarak pisah dagu dan dada sebesar 2-3 ruas jari Bunda), biarkan dagu si kecil menempel pada (dada) Bunda.

3. Menggendong terlalu rendah
Menggendong bayi terlalu rendah tidak hanya berdampak buruk kepada si kecil juga untuk Bunda. Bila menggendong bayi didepan usahakan kepala si kecil harus berada di dada. Jika digendong dibelakang usahakan kepala bayi bersandar di bahu. Hal ini akan menjaga agar kepala bayi tidak merosot kebawah. Pengawasan kepada si kecil akan lebih mudah.

4. Menggunakan gendongan yang tidak pas
Saat memakai gendongan, Bunda sering memakai gendongan yang tidak pas untuk si kecil. Yang penting murah, atau warnaya lucu. Disamping untuk kenyamanan bunda, gendongan dengan ukuran yang pas untuk bayi sangat dibutuhkan Gendongan tidak boleh terlalu ketat atau longgar. Hal ini untuk memastikan si kecil supaya tetap aman (dan nyaman).

4 Alasan Tidak Boleh Menggendong Bayi sebelum Tidur

Terapi Skoliosis

Kebiasaan menggendong bayi sebelum tidur mungkin jadi salah satu kebiasaan yang bunda sering lakukan. Hal ini dimaksudkan untuk membuat si kecil tenang. Namun sebaiknya kebiasaan ini jangan sering dilakukan ya bunda, ada banyak alasan dari pakar ahli yang membuat bunda harus berpikir ulang untuk menggendong bayi sebelum tidur. Continue reading “4 Alasan Tidak Boleh Menggendong Bayi sebelum Tidur”